Irshad Manji : duri dalam daging

Apa anda kenal irshad manji ? Sebelum lady gaga berurusan dengan FPI, irshad manji justru telah berurusan lebih dulu dengan FPI. Mungkin sebagaian dari anda mengenalnya dan sebagian lagi tidak. Untuk mengenal lebihh jauh tentang irshad manji anda bisa googling di google. Tapi disini saya akan menjelaskan secara singkat tentang irshad manji.

Sebelum berbicara lebih lanjut perlu saya jelaskan posisi saya dalam membahas hal ini. Saya membahas tentang irshad manji disini bukan sebagai orang beragama A, agama B, atau agama C dan lain lain, saya bukan untuk mencari kelemahan agama. Saya menulis ini bukan untuk menggurui atau menceramahi. Saya disini hanya membagi apa yg saya pikirkan tentang manusia menurut dalam pandangan pemikiran saya.

Irshad Manji dilahirkan di Uganda pada tahun 1968. Ayahnya adalah seorang India Gujarat, dan ibunya berasal dari Mesir. Keluarganya pindah ke Kanada ketika ia berusia empat tahun, sebagai akibat dari pengusiran Idi Amin, diktator yang berkuasa saat itu. Dia dan keluarganya menetap di dekat Vancouver pada tahun 1972. Dia dididik di sekolah sekuler dan sebuah sekolah agama Islam.

Manji unggul dalam lingkungan sekuler tetapi, atas keinginan sendiri, diusir dari sekolah agama karena mengajukan banyak pertanyaan. Selama dua puluh tahun berikutnya, ia mempelajari Islam melalui perpustakaan umum dan tutor bahasa Arab. Manji meraih gelar kehormatan dalam ide-ide sejarah dari University of British Columbia. Pada tahun 1990, dia memenangkan medali Gubernur Jenderal untuk bidang humaniora. Dia secara terbuka menyatakan diri sebagai lesbian.

Ketika pertama mengetahui tentang siapa sebenarnya irshad manji awalnya saya sangat membencinya seperti dengan umat muslim yg lainnya, tapi setelah saya membaca bukunya saya jadi memiliki pikiran yg berbeda dari sebelumnya, hal ini bukan berarti saya setuju dan sependapat dengan manji, saya masih tidak setuju dengan kelesbiannya. Hanya saja beberapa hal yg dia katakan dalam bukunya memiliki nilai – nilai yg menurut saya benar. Meski ada beberapa fakta yang menurut saya sedikit kurang relevan, meski saya tidak mempunyai bukti untuk membuktikannya, tapi selebihnya buku ini sangat menarik.

Dalam bukunya banyak hal yg diungkapan manji berbeda dengan apa yg kita pahami sebelumnya. Manji memiliki pemikiran yg berbeda tentang kasus plestina vs israel. Pada mayoritas muslim dunia mereka menyalahkan israel dengan terang terangan tapi manji sedikit membuka fakta dengan mengatakan :  Kita bisa mencaci maki para imperialis Israel atas keadaan buruk yang menimpa warga Palestina. Namun, yang benar adalah, kaum muslim juga patut dikecam atas sifat imperialis mereka sendiri. Tapi tingkat kesalahannya berbeda, Anda mungkin akan berkata begitu. Aku akan menjawab, mungkin kesalahan kaum muslim lebih besar ketimbang Israel. Menjelaskan secara teperinci bagaimana drama Timur Tengah berawal adalah sebuah pelajaran tentang cara-cara kaum muslim saling tikam satu sama lain selama beberapa dekade. Apa yang akan kupaparkan bukan sebuah sejarah yang komprehensif, melainkan hanya sebuah sampel dari fakta-fakta yang hilang dalam polarisasi saat ini.

 

Semakin jauh membaca buku manji yg berjudu l “The Trouble with Islam Today”  Anda para pembaca mungkin tidak sepakat dengan semua kesimpulan Irshad. Saya pun demikian. Tetapi justru itulah tujuan dia. Ia mengharapkan seseorang yang mempertanyakan pemikirannya, untuk diajak berdialog dan bertanya tentang agama, khususnya islam .

Semakin banyak pertanyan dalan hati saya. Saya bertanya dalam hati mengapa TUHAN menciptakan manusia seperti irshad manji ini ?, mengapa dia hadir saat agama dijadikan alasan untuk berperang secara politik ?, dan semua hal yg di sampaikannya selalu menjadi kontrofersi dalam berbagai seminar dan forum komunikasi ?, dan menagapa manji masih beragama dan menjadi kaum lesbi, yg jelas secara terang terangan agama manapun melarang hubungan sesama jenis ?

Saya mendapatkan jawaban yg sangat sederhana, ini semua bukan tentang manji, tapi tentang aku, tentang bagaimana aku bersikap, tentang bagaimana aku beragama dan memandang agama dalam kehidupan, dan posisi agama dalam prioritas. Sebelum kita menghukum orang dengan kesalahannya, lihat diri kita apakah kita sudah baik dan benar ?, Sebelum kita mengatakan agama yg lain sesat, lihat diri kita apakah kita sudah baik dan benar dalam beragama yg kita yakini ?, Sebelum kita menuduh orang kafir, lihat diri kita apakah kita sudah melakukan semua ajaran agama kita ?.

Kuperhatikan di dunia modern akhir akhir ini banyak orang yg beragama dengan begitu mudahnya memvonis orang yg seagama dengannya tetapi sedikit berbeda caranya beribadah dan dengan mudahnya orang itu berkata “ itu salah dan itu sesat”. Siapa kamu? Nabi? TUHAN?, kita semua ini hanya manusia hanya seorang hamba sekalipun kita adalah seorang pemuka agama kita tetap manusia tak berhak memvonis orang lain, tapi kita masih ber hak untuk mengingatkan sesama manusia dan tak berhak menuduh orang lain sesat atau kafir atau apalah yg merendah manusia yg beragama.

Kuperhatikan lagi dunia modern akhir akhir ini banyak orang yg berbeda agama saling menjelek jelekan agama lain. Apakah kita bergama hanya untuk menghina agama yg berbeda dengan kita. Untuk apa kita beragama tapi hanya peperangan yg kita ciptakan bukan perdamaian?, menjadi beragama itu tidak seperti kamu ikut club sepak bola liga inggris yg harus bertanding dengan club sepak bola yg lain.

Tapi dengan bagaimanapun juga meski saya menyukai hasil tulisan manji, tentang masalah islam pada abad ini saya masih tidak setuju dengan keputusan manji untuk menjadi bagian dari pejuang kaum lesbi. Karena pada hakikatnya semua yg diciptakan TUHAN itu adalah berpasangan meski berlawanan.

Berpasangan meski berlawanan itu maksudnya pasangan kita pasti adalah lawan jenis kita, benarkan? Karena ga mungkin bisa membuka baut sesama baut, pasti membuka baut harus mnggunakan obeng, benar lagi kan?