Review vergiss mein nicht ( jangan lupakan aku ) : film dokumenter keluarga yg menyentuh

Apa yang akan kau lakukan jika ibumu menderita penyakit alzheimer’s? Jika kau bertanya kepada david sieveking pasti dia akan merawat ibunya dan merekam semua kejadian-kejadian yg terjadi pada saat dia merawat ibunya.

Film dokumenter karya david sieveking ini merupakan film dokumenter yg menceritakan tentang kehidupan ibunya yg sedang menderita penyakit alzheimer’s, yaitu penyakit yg membuat penderitanya mengalami amnesia/lupa jangka panjang. Film dokumenter berdurasi 88 menit ini berbeda dan terkesan unik karena dibuat dalam waktu jangka panjang dan tekhnik pengambilan adegannya yg tanpa skenario. Meski film ini dibuat tidak menggunakan skenario tapi banyak dialog-dialog lucu terjadi pada percakapan antara saat david menghabiskan waktu bersama ibunya.

Pada saat awal scene memang ini terlihat membosankan tapi dengan kreatifnya sang sutradara yaitu david sieveking yg mampu meng editnya dengan sangat baik sehingga ditengah film kita akan merasa terhibur dan saat diakhir film ini memberi inspirasi. film ini bukan hanya sekedar diary keluarga biasa, tapi memiliki unsur yg lebih dari film dokumenter biasa.

Meski tanpa skenario film ini memiliki banyak adegan adegan yg sangat menyentuh seperti kesetiaan sang suami yg dimasa pensiunnya hanya dihabiskan untuk merawat istrinya dan masih banyak lagi adegan tentang perselisihan keluarga yg mampu dikemas dengan baik oleh david.

Mungkin david sebagai anak agak sedikit kurang ajar karena memanfaatkan penyakit ibunya sebagai tema film dokumenter, tapi ada hal lain yg ingin disampaikan oleh david melalui film ini, bukan tentang penyakit alzheimer’s nya tapi lebih fokus ke masalah komunikasi diantara keluarga.

Selain menampilkan adegan yg terjadi didalam rumah, film ini juga menampilkan adegan keindahan – keindahan pemandangan alam yg indah. Dari pemandangan lingkungan tempat tinggal david hingga ke pegunungan swiss yg begitu indah.

Seharusnya para sineas lokal banyak belajar untuk membuat film dokumenter dari sineas jerman. Mengingat begitu sederhananya tema yg dibawakan film ini. Dibutuhkan kepekaan hati nurani tingkat tinggi unutk menangkap dan merangkumnya menjadi sebuah karya film dokumenter yg penuh dengan inspirasi. Film ini adalah film dokumenter yg “menyentuh” karena memiliki tiga unsur yg terasa sangat kental disepanjang film ini, yaitu; keluarga, kebersamaan, dan kesetiaan.