Nongomongin Hukum Karena Habis Dihukum

palu hukum

 

Kalimat “aturan dibuat untuk dilanggar” menurutku belum tentu, iya kalo si “aturan” itu islam, lha kalo si “aturan” itu non muslim kan bisa aja digereja, dipura, atau dikuil😀

Jujur secara pribadi aku ga suka dihukum meski aku memang melakukan kesalahan (manusiawi), tapi sebagai pria yg berjiwa ksatri aku harus mempertanggungjawabkan setiap perbuatanku. Beberapa waku lalu aku melakukan sebuah pelanggran yg cukup berat dan kini aku mendapat hukuman. Satu hal yg unik dari perusahaan dimana aku berkerja adalah hukumannya, jika ditempat lain mungkin aku dihukum  dengan dipotong upah lemburnya bahkan dipecat. Disini justru aku dipakasa untuk menulis tiga tulisan terserah  dengan tema apa saja, tapi dalam waktu semalem.

Sekilas hukuman ini mudah, tapi jika dipakasa menulis tanpa ada sedikitpun ide untuk ditulis, maka itu sangat menyiksa. Maka lahirlah tulisan ini, entah ini sebuah pujian atas uniknya hukuman diperusahaanku atau hanya sebuah curhatanku saja, sehingga aku ngelantur untuk sekedar nulis saja.

Sebagai penulis latihan untuk menulis tiap hari itu memang perlu dan mungkin hukuman ini juga berguna sebagai media aku belajar untuk memperbaiki tulisanku, mengingat akhir-akhir ini aku jarang menulis. Ketika ada sedikit saja api semangat untuk menulis, maka menulis itu mudah, tapi ketika bdai kemalasan dating, hah buka kompi paling Cuma untuk main game saja.

Tapi, memang sudah sewajarnya saja jika sebuah aturan dengan sengaja ataupun tidak sengaja maka akan ada sanski bagi yg melanggarnya. Sedikit aku menyinggung tentang pemilu, kita semua tau bhwa dalam proses kampanye tidak sedikit caleg yg melakukan pelanggaran tapi tidak ditindak oleh pihak yg berwenang. Ada banyak factor yg mempengaruhi ini seperti, sang pengawas tidak bekerja dengan semestinya, sang penindak yg tidak bekerja dengan maksimal, atau bahakan kita yg melihat tapi tidak berani melaporkan karena sudah tidak peduli lagi dengan apa yg terjadi.

Hakum, aturan, dan sanksi adalah element yg saling berkaitan seperti aku kamu dan dia. Sesuatu yg harusnya bisa berjalan selaras dan beriringan tapi terpaksa memisahkan dan menjuhkan diri hanya karna termakan ego sendiri. Sudah waktunya bagi kita untuk memperbaiki hubungan kita hukum di Negara ini dengan cara yg sederhana yg kita bisa dengan cara mengikuti setiap aturan yg sudah ditetapkan.

Jika kita memang tidak suka dengan aturan yg sudah ada, ikuti saja aturannya dan raihlah posisi puncak lalau rubahlah aturannya.