Review Buku Edan Dizaman Waras (2013) : Mengajarkan Untuk Jadi Waras Dengan Cara Edan

 

 

sumber gambar : bentangpustaka.com

Buku tulisan dari prie GS mungkin terasa aneh jika kita lihat judulnya, tapi itu belum seberapa justru isinya lebih aneh lagi. Buku berisi tulisan-tulisan pendek yg terinspirasi dari kehidupan dan pengalaman pribadi serta beberapa opini sang penulis .

Buku setebal 252 halaman berisi tentang pengalaman-pengalaman pribadi dan sudut pandang penulis dalam melihat sebuah masalah social, politik, dan moral. Yah moral, beliau banyak menekankan tentang kondisi moral Negara ini, memberi alasan mengapa hal ini terjadi dan bagaimana menyelessaikannya dengan solusi yg sangat sederhana.

Buku mengajarkan banyak hal mulai dari bagaimana untuk merasa bahagia dan nyaman dimanapun kita berada, menjadi pribadi yg penuh rasa syukur, sampai bagaimana melihat sebuah masalah yg penuh kerumitan dengan cara yg amat-sangat sederhana.

Salah satu bab yg kusuka dari buku ini adalah bagaiman hanya dengan melihat sebuah piano berdiri di pojok di lobby sebuah hotel mampu diramunya sampai kemungkinan untuk bisa masuk surga. Ada juga bab yg menceritakan pengalaman pribadinya yg menyepelekan maslah yg sepele hingga akhirnya menjadi masalah yg ga sepele, lalu bagaimana menyikapinya.

Sepintas buku ini hanya berisi tentang cerita-cerita sederhan tentang keseharian penulis. Tapi karna kehebatan sang penulis merangkai kata menjadi sebuah bentuk cerita buku berubah menjadi sesuatu yg inspiratfi. Setiap bab buku ini mengajarkan nilai-nilai tentang manusia, norma-norma kehidupan manusia dan bahkan memberi contoh nyata tentang begitu bobroknya moral Negara ini dan tentu saja penulis juga memberikan solusi yg masuk akal dan mudah dan ga njelimet ruwet.

Seperti tulisan di belakang buku “merenung sambil berhumor dan berhumor sambil merenung” so ini bener banget. Mungkin membaca ini anda tidak akan tertawa terbahak-bahak tapi saya jamin anda pasti akan tersenyum sendiri dan memikirkan apa yg ditulis dan mulai memiliki sudut pandang baru melihat kondisi sekitar dan melihat sebuah masalah.

Buku ini santai, meski tema yg diusung termasuk teman yg berat seperti politik dan ekonomi tapi sang penulis mampu mernagkai kata-katanya dengan snagat ringan dan mudah dicerna. Cocok sebagai teman minum kopi atau teh di sore hari.