Review Film Her  (2013) : Bercinta Dengan OS

sumber gambar : http://www.wired.com

Dengan perkembangan tekhnologi yg semakin maju, dimasa depan perintah unpiut computer sudah tidak lagi menggunakan keyboard dan mouse atau pun sentuhan ke layar, melainkan hanya dengan perintah suara. Yah dalam film karya spike jonze ini memang berseting dimasa depan dimana tekhnologi computer sudah sangat maju.  film ini mampu menggambarkan dunia masa depan dengan sangat baik dan tidak terlalu lebay seperti  beberapa film yg pernah menggunakan setting waktu masa depan.

Bayangkan jika OS computer anda mampu berkomunikasi dan mengerti tentang kondisi anda (sangat perhatian), apalagi anda sedang dalam kondisi galau karna proses perceraian. Mungkin anda akan jatuh cinta dengan OS anda, ditambah jika suara OS anda diisi oleh suara seksi Scarlett Johansson. Jika aku dalam posisi tersebut aku pasti juga akan jatuh cinta dengan OS ku sendiri.

Hal inilah yg dialami oleh Theodore (Joaquin Phoenix) seorang karayawan biasa yg dalam perasaan galau karna proses perceraian dengan istrinya dan membeli sebuah OS terbaru yg mampu mengajak user untuk berkomunikasi. Satu lagi hal yg cukup gila dalam film ini adalah ada satu adegan dimana sang tokoh utama melakukan hubungan seks dengan OS nya sendri. Bayangin sendiri deh gimana caranya atau nonton aja deh biar tau.

Joaquin Phoenix berperan sangat baik dalam film ini mengingat untuk berakting ngomong sendiri dengan memancarkan aura sedang jatuh cinta itu sulit dan suara sexy Scarlett Johansson yg mengisi suara Samantha yg merupakan nama OS bener-bener terdengar sangat sexy. Film ini mengajarkan tentang arti cinta, bagaimana kesempurnaan cinta itu begitu luar biasa dan tak terbatas.

Selain acting jenius dari Joaquin Phoenix kekuatan terbesar film ini ada dialur ceritanya yg mampu menghanyutkan penonton kedalam romantisme pasangan beda dunia. Bagaimana film ini rapi dalam  menampilkan adegan romantis  pasangan berbeda dunia. Mungkin karna hal inilah film ini mendapatkan banyak penghargaan, salah satunya Original Screenplay di Writers Guild Awards.

Seperti yg saya katakan tadi penggambaran settingan masa depan dalam film ini tidak terlalu lebay. Justru terasa pas, nyaman dan masuk akal. Meski dalam film ini tidak ada gambaran kendaraan canggih seperti mobil terbang atau kendaraan transportasi yg berbentuk futuristic tapi kecanggihan tekhnologi dalam film ini sangat terasa hanya dengan menampilkan betapa canggihnya gadget yg langsung tersambung dengan computer  dengan OS yg sama dan bisa mengejarkan semua pekerjaan manusia. Bahkan untuk bermain game saja film ini menampilkan game yg mampu mengajak sang user untuk berkomunikasi lebih dengan tokoh virtual game, bahkan OS pun juga bisa berkomunikasi.

Mungkin jika OSone dalam film ini benar-benar ada nantinya maka para jones takkan lagi merasa kesepian tapi justru seperti orang gila tertawa dan berbicara sendiri ditempat umum. Tapi bukankah saat ini sudah banyak orang yg berbicara dan tertawa sendiri didepan gadgetnya? Selebihnya saya memberi nilai 7,8/10 untuk film ini.