Review Film Godzilla ( 2014 ) : Pertarungan Monster Paling Epic

 

sumber gambar : timsfilmreviews.com

Menjadi salah satu film yg paling ditunggu kehadirannya tahun ini, Godzilla menjawab ekspatasi para fansnya dengan sangat baik. dalam film ini Godzilla kembali ke bentuk awalnya, tidak seperti Godzilla tahun 1998 karya Roland Emmerich. Godzilla di film ini memiliki tubuh yg lebih gempal dan suara auman yg lebih menggelegar.

Jika kita membandingkan godzilla karya gareth Edward dengan Godzilla karya roland emmerich tentu saja Godzilla karya Edward lebih baik, terutama visual effectnya. Jalan ceritanya pun memiliki alur yg lebih baik. diawali dengan cerita 15 tahun  lalu saat munculnya

lubang misterius yg diduga sarang monster dan dalam waktu yg bersamaan terjadi sebuah ledakan di pabrik jepang yg membuat ford brody ( CJ adams / aaron taylor-johnson ) kehilangan ibunya sandra brody ( Juliette binoche ).

15 tahun berlalu, joe kini tinggal diamerika dengan istrinya ( elle brody ) dan anaknya sam brody ( carson bolde ). Joe menjadi anggota milliter amerika special penjinak bom, sesaat setelah pulang bertuga joe mendapat kabar dari bahwa ayahnya tertangkap dijepang karna memasuki zona karantina yg terlarang untuk umum. Joe selalu menganggap ayahnya berkhayal tentang kematian ibunya dan kepergian joe kejepang adalah untuk membawa yahnya kembali ke amerika. Tapi ayahnya tetap bersikeras untuk kembali ke rumahnya yg dulu untuk mencari data-data ayahnya yg kini rumahnya berada dikawasan zona karantina.

Sampai dirumahnya ayahnya joe menyadari bahwa zona karantina sama sekali tidak terkena rasiasi dari ledakan pabrik 15 tahun lalu. Lalu mengapa kawasan ini dijadikan zona karantina? Siapa dan mengapa informasi ini dirahasiakan dari umum? Apakah ada hubungannya dengan Godzilla?

Jika saat kecil anda sering menonton film animasi tentang monster raksasa yg bertarung ditengah kota, anda pasti berharap menonton adegan pertarungan monster di sebuah layar besar diringi dengan kualitas sound yg menakjubkan. Sang sutradara sukses merealisasikan harapan tersebut.

Mungkin karan terlalu terfokus pada visual effect Godzilla menjadikan beberapa acting pemainnya terkesan kurang maksimal dalam berakting. Tapi itu bukan masalah, karna di film Godzilla ini penonton diajak lebih focus pada kemisteriusan sosok sang monster besar setinggi 150 meter.

Bentuk Godzilla banyak menuai kritik karena ukuran tubuh Godzilla agak gempal (gemuk), tapi kurasa itu bukan masalah. Menurutku ukuran Godzilla saat ini lebih pas dan menyesuaikan bentuk Godzilla versi originalnya. Dan dari beberapa film Godzilla sebelumnya, Godzilla versi Edward lebih terkesan dark dan lebih terasa gregetnya, terutama aumannya yg mengegelegar.

Kurasa membawa anak-anak menonton film ini akan membuat mereka senang dan sepanjang perjalanan pulang anak anda pasti akan terus bercerita tentang dan banyak bertanya tentang Godzilla. Melihat rating yg diberikan IMDb yg “wow” kepada monster yg paling terkenal didunia ini, aku juga akan memberikan nilai yg sama 9/10. Poin.